"Kamu ngga malu nulis pengalaman kaya gitu di blog?" tanya seseorang padaku hari ini.
Jawabannya? Ya, aku memang sempat ragu. Tapi apa salahnya? Pikirku. Toh, aku mencaci dan merutuki kebodohanku sendiri. Toh aku menghindar menyebutkan nama pemeran lainnya. Meski mungkin beberapa orang yang membaca tau siapa yang aku maksud. Atau bahkan mungkin orangnya sendiri yang baca.
Mungkin sebenarnya aku hanya perlu mengeluarkan apa yang sudah terlalu lama kupendam. Karna kata-kata lisan ngga sanggup mengutarakan apa yang ingin aku ucapkan. Maka mungkin tulisan akan lebih membantu. Dan ya, it's works, for me.
Aku lebih memilih jadi malu-maluin dibanding depresi memendam segalanya. Karna ya, sampai detik ini aku belum menemukan jalan untuk mengeluarkan segenap air mata yang masih menghimpit. Mungkin berteriak akan membantu, tapi untuk itu aku perlu dua jam film horror yang membantu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar