Percayalah, aku selalu tau akan hal itu. Yakinlah aku selalu menyadarinya. Bahkan mungkin di setiap hembus nafas yang ku lalui bersamanya, mungkin kesadaran akan hal itulah yang mempertahankan kewarasanku. Membuatku tidak terseret sepenuhnya, namun bukan berarti bertahan dengan kokoh.
Amethyst
for the past, and the next chapter of my life..
Jumat, 08 November 2013
Sabtu, 10 Agustus 2013
A Precious Moments..
Gak mau ngomong banyak. Cuman pengen share one of my precious moments at this Ramadhan. Ada sih foto yang lebih lengkap, tapi bukan di saya file-nya. Hufht..
Check this yaa :))
*di atas bareng bapak Brimob Ocin a.k.a. Nico Agustian Putra dan istri (Gusti Indira A)*
*bawah kanan pojok bareng mantan yang terlalu tinggi dan item, whoooppss...*
Rabu, 07 Agustus 2013
7 Agustus 2013, it's the end of Ramadhan..
Malam takbiran selalu membawa sensasi yang berbeda..
Yang jelas, aku selalu meremang setiap mendengar lantunan takbir yang berkumandang..
Apalagi saat kumandang takbir mengiringinku terlelap..
Ahh, agak miris sebenarnya melepas bulan Ramadhan..
Kadang aku berharap bulan ini gak pernah berakhir..
Sebab tahun depan belum tentu aku masih dapat bertemu dengannya..
Yang jelas, aku selalu meremang setiap mendengar lantunan takbir yang berkumandang..
Apalagi saat kumandang takbir mengiringinku terlelap..
Ahh, agak miris sebenarnya melepas bulan Ramadhan..
Kadang aku berharap bulan ini gak pernah berakhir..
Sebab tahun depan belum tentu aku masih dapat bertemu dengannya..
Hujan dan Dulu
"Seperti hujan, datang dan pergi sesuka hati. Lupa memberi jejak. Lupa memberi aroma. Lupa memberi kata." - F
Ya, begitulah hujan. Begitu pula kamu. Datang tanpa aba-aba, pergi-pun tanpa kata-kata. Hanya saja, hujan datang untuk merangkulku dengan kesejukannya, sementara kamu? Entahlah, sulit untuk mengungkapkannya.
Berbeda dengan "dulu".. "Dulu" selalu meninggalkan jejak, bahkan terkadang luka. Terkadang aromanya masih terasa hingga tahun berganti. Dan ia menyisakan pelajaran, sejarah yang kelak menjadikan kita lebih baik lagi.
Tapi, aku lebih menyukai hujan dibandingkan "dulu". Sebab ketika hujan datang, ia akan membasuh diriku seutuhnya. Membawa seluruh duka dan luka bersama kepergiannya. Tidak menyisakan apapun, hanya memberi kekuatan untuk membuka bab selanjutnya dalam kehidupanku.
Masalahnya, kita tidak dapat selalu memilih untuk bertemu "dulu" ataupun hujan bukan?
Senin, 05 Agustus 2013
It's Better to Write it all..
"Kamu ngga malu nulis pengalaman kaya gitu di blog?" tanya seseorang padaku hari ini.
Jawabannya? Ya, aku memang sempat ragu. Tapi apa salahnya? Pikirku. Toh, aku mencaci dan merutuki kebodohanku sendiri. Toh aku menghindar menyebutkan nama pemeran lainnya. Meski mungkin beberapa orang yang membaca tau siapa yang aku maksud. Atau bahkan mungkin orangnya sendiri yang baca.
Mungkin sebenarnya aku hanya perlu mengeluarkan apa yang sudah terlalu lama kupendam. Karna kata-kata lisan ngga sanggup mengutarakan apa yang ingin aku ucapkan. Maka mungkin tulisan akan lebih membantu. Dan ya, it's works, for me.
Aku lebih memilih jadi malu-maluin dibanding depresi memendam segalanya. Karna ya, sampai detik ini aku belum menemukan jalan untuk mengeluarkan segenap air mata yang masih menghimpit. Mungkin berteriak akan membantu, tapi untuk itu aku perlu dua jam film horror yang membantu.
Jawabannya? Ya, aku memang sempat ragu. Tapi apa salahnya? Pikirku. Toh, aku mencaci dan merutuki kebodohanku sendiri. Toh aku menghindar menyebutkan nama pemeran lainnya. Meski mungkin beberapa orang yang membaca tau siapa yang aku maksud. Atau bahkan mungkin orangnya sendiri yang baca.
Mungkin sebenarnya aku hanya perlu mengeluarkan apa yang sudah terlalu lama kupendam. Karna kata-kata lisan ngga sanggup mengutarakan apa yang ingin aku ucapkan. Maka mungkin tulisan akan lebih membantu. Dan ya, it's works, for me.
Aku lebih memilih jadi malu-maluin dibanding depresi memendam segalanya. Karna ya, sampai detik ini aku belum menemukan jalan untuk mengeluarkan segenap air mata yang masih menghimpit. Mungkin berteriak akan membantu, tapi untuk itu aku perlu dua jam film horror yang membantu.
Minggu, 04 Agustus 2013
Mati Rasa-kah Aku?
"Kita telah terbiasa memajang tawa hingga lupa cara ber-airmata,
atau kita hanya sudah terlalu terluka?
Pernah gak, kalian merasa disakiti tapi air mata kalian ngga menetes keluar? Hanya dada yang semakin sesak dari waktu ke waktu. Sampai bernapas-pun susah payah kalian lakuin?
Hanya pandangan mata yang semakin kabur, akibat oksigen yang tersendat-sendat mengalir dalam tubuh kalian?
Dan rasa kosong yang pahit, menghimpit kemana-pun kaki melangkah. Seperti bayangan yang menempel dan gak pernah lepas dari diri kalian.
Aku pernah. Tepatnya saat ini itulah yang aku rasain.
Langganan:
Komentar (Atom)
