"Seperti hujan, datang dan pergi sesuka hati. Lupa memberi jejak. Lupa memberi aroma. Lupa memberi kata." - F
Ya, begitulah hujan. Begitu pula kamu. Datang tanpa aba-aba, pergi-pun tanpa kata-kata. Hanya saja, hujan datang untuk merangkulku dengan kesejukannya, sementara kamu? Entahlah, sulit untuk mengungkapkannya.
Berbeda dengan "dulu".. "Dulu" selalu meninggalkan jejak, bahkan terkadang luka. Terkadang aromanya masih terasa hingga tahun berganti. Dan ia menyisakan pelajaran, sejarah yang kelak menjadikan kita lebih baik lagi.
Tapi, aku lebih menyukai hujan dibandingkan "dulu". Sebab ketika hujan datang, ia akan membasuh diriku seutuhnya. Membawa seluruh duka dan luka bersama kepergiannya. Tidak menyisakan apapun, hanya memberi kekuatan untuk membuka bab selanjutnya dalam kehidupanku.
Masalahnya, kita tidak dapat selalu memilih untuk bertemu "dulu" ataupun hujan bukan?